Alas Rame Online

Sharing and Knoladge

Showing posts with label science and technology computer technology. Show all posts
Showing posts with label science and technology computer technology. Show all posts

Filosofi Daun

D= Dermawan
A= Abadi
U= Usia
N= Nulislah
Daun merupakan sebuah alat pernafasan untuk tumbuhan. Daun ketika tumbuh, mereka masih kecil-kecil, kemudian tumbuh,tumbuh, dan tumbuh sehingga menjadi daun yang asri. kehijauannya membuat pemandangan lebih indah dan terlihat asri ( lingkungan ). tetapi hari-hari demi hari di lewati oleh daun, nguning terus menguning dan akhirnya daun tersebut menjadi gugur dan jatuh ke tanah, apa yang terjadi pada daun itu ?

Daun itu jatuh di tanah dan berserakan . apabila ada yang peduli dengan daun tersebut maka bisa di manfaatkan untuk menjadi kompos.

What behind story of the story ?

Manusia terlahir di dunia setelah 9 bulan 10 hari di dalam kandungan sang ibu, yang terlahir sebagai sang juara terpilih lebih jutaan sel dari 24 kromosom, manusia di ciptakan sebagai orang yang sukses, setelah terlahir di dunia yang fana ini anak manusia tadi di beri nama oleh sang orang tua. namapun mempunyai arti tersendiri bagi sang anak dan orang tuanya. anak tersebuat dirawat dengan kasih sayang yang tulus oleh sang ibu dan ayah .

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun.
Akhirnya sang anak tumbuh menjadi anak-anak, sang anak mendapatkan pendidikan dari lingkungan keluarga. kemudian bersosialisasi dengan dunia luar, anak pun mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. anak tersebut mulai di sekolahkan oleh orang tuanya, sampai nanti sang anak dewasa dan mendapatkan pekerjaan yang di harapkan. orang tuapun berjuang untuk membiayai sekolah dan kebutuhankebutuhan lainnya. apa yang terjadi :

Jika anak berani dengan orang tua,
betapa sedihnya hati orang tuanya.......

Mari Kita Renungkan !

Mulailah menjadi dermawan dengan orang di sekitar kita. Di dunia ini tidak ada kehidupan abdi yang ada kehidupan yang kekal dan abdi di akhirat nanti. marilah kita ingat -ingat apa yang kita lakukan pada waktu lalu.

Marilah kita ingat-ingat betapa sedihnya orang tua jika kita berani kepada beliau dan seandainya kalau orang tua kita meninggal, alangkah baiknya kita sebagai anak mendoakan orang tuanya.

Marilah kita renungkan yang apa saja anda lakukan mulai anda bayi sampai sekarang, mumoung masih ada waktu untuk bertobat kepada-NYA . Karena, Sebuah penggilan dan kapan Kematian kita dipanggilnya tidak ada yang mengetahuinya, hanya Tuhan lah yang Maha mengetahui.
(¯`v´¯) by. Oviex eL-Malanjy
`·.¸.·´`·.¸•*¨¨*•.¸¸♥`·.¸.¸¸.•*♥

Wahai Lelaki

O Men, Your job is to glorify women. Your mother, your wife, and your daughters.

On your shoulders they rest. Then you should be ashamed; if your hands are still on your lap and your heart is not moved to make them noble.

O Men, Your job is to glorify women. Your mother is three times more worthy of respect than your father. Even if you have carried him around the world; surely the glory of your mother will not be reciprocated to you. Your wife is an indicator of your goodness. His glory through your hands is the weight of your deeds in the afterlife.

Your daughters are a mirror of you. Their pleasure due to your actions is your shield from the fires of hell.

O Men, Your job is to glorify women. Glorify, make them glorious, in the world and by His side.

So don't ever count when supporting your mother. Did your mother ever charge you for the milk that made you who you are now?
Don't feel heavy when sufficient for your wife's needs. Shouldn't your honor be able to fulfill it?
Even feel cramped when giving the pleasures of the world to your daughters. The hellfire shield is incomparable to anything in the world.

O Men, Your job is to glorify women. Noble, not only in the world; but also to make them noble before Him.
Don't expect them to establish His commandments; when you yourself are negligent towards Him. Don't think they will obey you; otherwise you may not deserve to be obeyed. Do not also hope for the accompaniment of their prayers and blessings if they miss your prayers.

O Men, Your job is to glorify women. However, really, they are the cause of your glory; as they too may be the cause of your humiliation. Then the magnificent buildings in the world are not enough for them to be glorious; teach them to build palaces in His heaven.

Eliminate your narrow feelings; Allah will surely provide for you to suffice them.

Be gentle with them; surely Allah will soften them to be gentle with you.

Be happy, O Men, if your trust is so heavy on earth; then Allah must have prepared a glorious place for you who has made a noble woman by His side.
“You should advise women as best you can, because the woman was actually made from a rib, in fact the most crooked part of the bone is the one on top of it; if you want to straighten it, it will break, and if you let it stand, it will remain crooked. Therefore, please advise women as well as possible "(History of Bukhari and Muslim and Abu Hurairah)
Amen ya Robbal'alamin...

Aku Ingin Meraih Surga Bersamamu










Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui.

Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka.

Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini.
Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri.
Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati.

Aku juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut?
Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah.

Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Ternyata kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya ditemani dengan bidadari cantik lainnya.

Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya.

Maka… hatiku kini pedih… Ketika kemarin melihat saudariku yang lain, seiring dengan berjalannya waktu, kini telah membuka jilbabnya. Sempat kutanyakan, “Di mana jilbabnya?”

Ia menjawab, “Tidak sempat kupakai.”

Aih… waktu kutanyakan itu, memang pada saat dimana orang-orang sibuk menyelamatkan dirinya dikarenakan bencana alam. Aku hanya terdiam mendengar jawaban itu. Ah… mungkin karena sangat terkejutnya sehingga tidak sempat berbalik lagi untuk mengambil jilbab.

Tapi hari ini… kutemukan dia sudah menanggalkan jilbabnya. Bahkan tak tersisa sedikitpun jejak bahwa ia pernah memakai jilbab. Kini ia telah bercelana pendek dengan pakaian yang pendek pula. Sesak rasanya dada ini.
Tetapi belum ada daya dari diriku untuk bertanya lagi tentang sebuah kain yang menutupi kepala dan dadanya. Masih tersisa di benakku, jika seseorang yang menggunakan jilbab melepas jilbabnya… maka habislah sudah… karena perenungan dan pergulatan hati itu kini telah dikalahkan oleh hawa nafsu. Perenungan yang pernah mendapatkan kemenangan dengan dikenakannya jilbab itu kini justru bahkan tak mau diingat. Hanya kepada Allah-lah aku mengadu dan memohonkan hidayah itu agar tetap ada bersamaku dan kembali ditunjukkan kepadanya.

Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa.
Semoga kita bertemu di surga kelak… Insya Allah.

Semoga bermanfaat...

Followers