Alas Rame Online

Sharing and Knoladge

Showing posts with label tecnology. Show all posts
Showing posts with label tecnology. Show all posts

Technology Development 2023 Year

Alasrame

Almost all of the conveniences that we get today are the result of the hard work of someone who was very genius in the past, in today's era, we can easily get various information every day, various events, news, gossip, even the latest online shop promotions directly into our cellphones, from so many cellphones that have been circulating, we are certainly no strangers to the Android operating system. Even today Android is a superior product used by the world's top mobile phone vendors Android is a Linux-based mobile operating system that is used to run various kinds of electronic devices, especially smartphones, tablets and TVs. This operating system was released in 2007, but Android-based phones were only marketed one year later.

Android was created by a man named Andyrubin, he was born in the city of California, United States, in October 2003 Andyrubin and three colleagues founded a company called Android Inc. At that time the founders aspired to create a smart operating system specifically for digital cameras, until in 2004, not long after Android decided that the market for cameras alone was not big enough, so Andyrubin expanded his business and released Android as a mobile operating system.

Android Inc. it was later purchased by Google in 2005. At Google, the Android team decided to base their project on Linux, an open source operating system for personal computers. On November 5, 2007, Google founded the Open Handset Alliance, a partnership of dozens of technology and mobile phone companies, such as Motorola Inc, Intel Corporation, NVIDIA Corporation, LC Electronics, Inc, and Samsung Electronics. The partnership was created to develop and promote Android as a free open source operating system.

Android officially launched its first mobile phone, the T-Mobile G1 on October 22, 2008. Since then, Android's existence in the world of technology has increased. But unfortunately, this product is not really that popular, not immediately accepted by the public.

Andyrubin and the team fix, they look for what is lacking, they fix what is disturbing. In the end, the Android OS was widely enjoyed, this was due to the intention of the top vendors at that time, such as Samsung, Motorola, HTC, Sony, wanting to shift the iPhone, Nokia, Blackberry and so on.
Vendors who use Android are getting better day by day, their breakthroughs are always awaited by technology hunters. This is what makes Android continue to grow every year.

The Android version was continuously updated until Android 2.3 Gingerbread appeared which was launched on December 6, 2010. It was during this period that many Android cellphones began to appear in public. Even in 2012, Android surpassed iOS as the most popular operating system for mobile devices. After that, Android's existence was increasingly recognized and could compete with iOS. Various versions of Android were launched, starting from Android 2.0-21 Eclair to Android 13 Tiramisu which was released on August 15, 2022.

The latest Android version allows users to customize colors, themes, languages, and music for their cellphones to their individual tastes. Security updates, such as controls over what information apps can access, notification permissions, and cleaning of personal information were also introduced.

As mentioned, till 2022, Android has released 20 versions for its operating system. Changes in each version include security and performance improvements.

Wahai Lelaki

O Men, Your job is to glorify women. Your mother, your wife, and your daughters.

On your shoulders they rest. Then you should be ashamed; if your hands are still on your lap and your heart is not moved to make them noble.

O Men, Your job is to glorify women. Your mother is three times more worthy of respect than your father. Even if you have carried him around the world; surely the glory of your mother will not be reciprocated to you. Your wife is an indicator of your goodness. His glory through your hands is the weight of your deeds in the afterlife.

Your daughters are a mirror of you. Their pleasure due to your actions is your shield from the fires of hell.

O Men, Your job is to glorify women. Glorify, make them glorious, in the world and by His side.

So don't ever count when supporting your mother. Did your mother ever charge you for the milk that made you who you are now?
Don't feel heavy when sufficient for your wife's needs. Shouldn't your honor be able to fulfill it?
Even feel cramped when giving the pleasures of the world to your daughters. The hellfire shield is incomparable to anything in the world.

O Men, Your job is to glorify women. Noble, not only in the world; but also to make them noble before Him.
Don't expect them to establish His commandments; when you yourself are negligent towards Him. Don't think they will obey you; otherwise you may not deserve to be obeyed. Do not also hope for the accompaniment of their prayers and blessings if they miss your prayers.

O Men, Your job is to glorify women. However, really, they are the cause of your glory; as they too may be the cause of your humiliation. Then the magnificent buildings in the world are not enough for them to be glorious; teach them to build palaces in His heaven.

Eliminate your narrow feelings; Allah will surely provide for you to suffice them.

Be gentle with them; surely Allah will soften them to be gentle with you.

Be happy, O Men, if your trust is so heavy on earth; then Allah must have prepared a glorious place for you who has made a noble woman by His side.
“You should advise women as best you can, because the woman was actually made from a rib, in fact the most crooked part of the bone is the one on top of it; if you want to straighten it, it will break, and if you let it stand, it will remain crooked. Therefore, please advise women as well as possible "(History of Bukhari and Muslim and Abu Hurairah)
Amen ya Robbal'alamin...

Tasbih Fatimah az-Zahra

alasrame.blogspot.com


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali RA? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah  Bismillahirrahmaaniirrahiim Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. 


Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.


Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.


Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.


Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. 
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali, Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab, Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.


Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.
Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibnu Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar.


Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan. Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? ”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!” ”Aku hanya pemuda miskin.


Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!” ’Ali pun menghadap Sang Nabi.
Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung.


Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” ”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!” Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya.


Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang.
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.


Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)
Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda” ‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” (yang salah dari pacaran itu bukan perasaannya, melainkan jalan yang kita pilih, untuk mempertanggungjawabkan perasaan tsb lah, yang tidak bijak), semoga istiqomah.
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar ” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.



Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?”

Followers