Alas Rame Online

Sharing and Knoladge

Profil dan Sejarah Desa Wonorejo

Letak Geografis Desa Wonorejo

Secara Astronomis, Desa Wonorejo terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 500 - 600 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Malang tahun 2009, selama tahun 2009 curah hujan di Desa Wonorejo rata-rata mencapai 2000-3000 mm/th. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 3000 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2000-2009.
Secara geografis, Desa Wonorejo terletak di wilayah Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga yaitu :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan    : Desa Wringinanom
  • Sebelah Barat berbatasan dengan    : Desa Wonomulyo
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Ngadireso
  • Sebelah Timur berbatasan dengan    : Desa Poncokusumo
Desa Wonorejo merupakan Ibu kota kecamatan karena per-Kantor-an Kecamatan berdiri dan terbangun di atas tanah milik wilayah desa Wonorejo. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten Malang adalah sekitar 25 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 50 menit.

Geologis Wilayah

Luas Wilayah Desa Wonorejo adalah 466.070 Ha. Luas lahan yang ada terbagi ke dalam beberapa peruntukan, yang dapat dikelompokkan seperti untuk fasilitas umum, pemukiman, pertanian, perkebunan, kegiatan ekonomi dan lain-lain.

Luas lahan yang diperuntukkan untuk pemukiman adalah 41.500 Ha. Luas lahan yang diperuntukkan untuk Pertanian adalah 64.897Ha. Luas lahan untuk ladang tegalan dan perkebunan adalah 350.173 Ha. Luas lahan untuk Hutan Produksi adalah 0 Ha. Sedangkan luas lahan untuk fasilitas umum adalah sebagai berikut: untuk perkantoran 5.650 Ha, sekolah 1.500 Ha, olahraga 0.350 Ha, dan tempat pemakaman umum 1 Ha.

Wilayah Desa Wonorejo secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan tanah hitam yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Secara prosentase kesuburan tanah Desa Wonorejo sebagai berikut,: sangat subur 466.070 Ha,. Hal ini memungkinkan tanaman padi untuk dapat panen dengan menghasilkan 4,75 ton/ ha. Tanaman jenis palawija juga cocok ditanam di sini.

Berdasarkan data yang masuk tanaman palawija seperti kedelai, kacang tanah, kacang panjang, jagung, dan ubi kayu, kubis, brambang, Cabai serta tanaman buah seperti mangga, pepaya, jeruk dan pisang juga mampu menjadi sumber pemasukan (income) yang cukup handal bagi penduduk desa ini. Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman tebu merupakan tanaman handalan. Kondisi alam yang demikian ini telah mengantarkan sektor pertanian secara umum menjadi penyumbang Produk Domestik Desa Bruto (PDDB) Desa Bruto (PDDB). 

Jenis tanah Desa Wonorejo ini sangat bagus sebagai lahan pemukiman dan jalan,. Karenanya, masyarakat Desa Wonorejo menyukai bangunan rumah dari tembok dari pada papan kayu. Sebab bangunan tembok maksimal kuat dan tidak beresiko tidak  membahayakan jiwa penduduk. Dari 1.265 buah rumah yang ada, hanya sekitar 75 buah rumah saja yang terbuat dari papan kayu/bambu, sementara lainnya dari bangunan tembok permanen.
Sedangkan keberadaan testur tanah yang lembek dan tidak bergerak juga mengakibatkan jalan-jalan tidak cepat rusak. Karenannya, pilihan teknologi untuk membangun jalan dari bahan-bahan yang relatif bertahan lama menjadi pilihan utama.

Sejarah Desa WonorejoSejarah Desa Wonorejo tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Wonorejo di Kabupaten Malang. Desa ini awalnya bernama Wirosari dan pedukuhan Ngaglik dengan Kepala Desa yang bernama Wirosari, Kepala Desa Wirosari ini adalah Kepala Desa yang menjabat pada saat Jaman Belanda dulu, dan masih sangat terpengaruh oleh gaya kehidupan masyarakat samin.

Karena adanya semangat perubahan maka desa ini pada tahun 1921 diubah namanya menjadi Wonorejo yang berarti Wono artinya Alas dan Rejo artinya Rame kalau digabung menjadi Alas Rame. Nama Wonorejo didasarkan pada saat itu desa ini dalam wilayah Hutan atau pegunungan akan tetapi keadaannya sangat ramai jika dibandingkan dengan desa-desa lain yang ada di wilayah kecamatan Poncokusumo ini , maka dinamakan Desa Wonorejo.

Download Peta Desa Wonorejo
Download Peta Desa Wonorejo versi CorelDRAW

Dengarkanlah Ya Akhii.....

Ya Akhi Dengarkanlah

Cinta itu tumbuh karena terbiasa… terbiasa dekat…terbiasa ada…terbiasa bersama…terbiasa berantem..hehe... terbiasa saling menyapa…terbiasa diberi perhatian…terbiasa saling mengobrol… hmm…

Cinta itu teramat bening…saat ini tiada apapun…namun perlahan…tanpa kita sadari…dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita..menguasai kita… awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya…terganggu oleh sms-sms isengnya….terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya…. namun…tanpa kita sadari…saat ia tiada…saat sms tak kunjung tiba…saat telepon tak berdering lama….?? akan ada perasaan kehilangan….setiap saat melihat ke HP…menunggu deringnya…setiap saat melongok ke komputer…menunggu onlinenya….. dan itukah…?!!

itukah saudariku, yang dinamakan dengan…”MENCINTAI KARENA ALLAH…? itukah…? itukah….?!!

Ya akhi…para ikhwan….sungguh hati wanita ini lemah….hati wanita itu mudah terjangkiti virus…. dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta…bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu…menginnginkan adanya kebersamaan…merindukan adanya kasih yang tanpa akhir…sementara….KITA BELUM HALAL….!!  DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL….!! sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu…???sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu…? sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu…? mulai berharap padamu…? Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! ya

Akhi….ikhwan…calon pemimpin kami di masa depan….jika engkau benar-benar serius…mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu…?? bersembunyi dibalik HPmu…? bersembunyi dalam kata-katamu…?? kita sudah lelah dengan semua itu…sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE…yang hanya berani di dunia maya…yang hanya berani di dunia sms… dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok…. jika engkau memang sungguh serius

DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI…!!!JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG…! DIHADAPAN KAMI…!! JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG….!! kami wanita ingin pemimpin yang berani….kami wanita yang ingin menjaga diri…kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu…janji gombal….kami wanita yang ingin laki-laki yang halal…..DENGARLAH AKHI…KAMI WANITA YANG BERBEDA…!!..

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN….DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA…!! Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu.

Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga…. MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA… ”mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf..” maka… wanita akan menjawab.. suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami… akan kami layani kebutuhannya….

akan kami tunggu kehadirannya… akan kami berikan jiwa kami…raga kami…. bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami…meski hanya dalam rangka taaruf…?? suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami…penjaga kami…pelindung kami… bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan…meski hanya sebatas tukaran biodata..?? mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga… ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami…. bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata…”baik saya setuju…taarufan…”

ya akhi….saudaraku…para ikhwan…. 

JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TA'ARUF PADA KAMI…! KETAHUILAH… KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA…!

Aku merasa tak pantas mengatakan bahwa aku adalah wanita berbeda……… Tetapi aku ingin belajar…. aku juga ingin menjadi salah satu wanita khusus tersebut… Wanita yg diperuntukkan bagi lelaki yang baik…. Lelaki ahli syurga…. Meski seringkali jatuh, aku ingin mencoba untuk bangkit lagi, mencoba lagi…… Meski aku berkali2 gagal, namun aku ingin meraihnya… Aku ingin meraihnya.

Tasbih Fatimah az-Zahra

alasrame.blogspot.com


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali RA? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah  Bismillahirrahmaaniirrahiim Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. 


Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.


Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.


Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.


Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. 
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali, Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab, Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.


Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.
Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibnu Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar.


Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan. Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? ”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!” ”Aku hanya pemuda miskin.


Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!” ’Ali pun menghadap Sang Nabi.
Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung.


Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” ”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!” Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya.


Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang.
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.


Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)
Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda” ‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu” (yang salah dari pacaran itu bukan perasaannya, melainkan jalan yang kita pilih, untuk mempertanggungjawabkan perasaan tsb lah, yang tidak bijak), semoga istiqomah.
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar ” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.



Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?”

Cinta Yang Sesungguhnya

Alasrame.blogsport.com

Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala yang telah menciptakan rasa cinta di hati hamba-hambaNya. Cinta dengan karakteristiknya yang khas, akan mampu menciptakan segala rasa pada diri seorang anak manusia: rasa yang indah, semangat, kemauan, berkorban, saling mengerti …
Dan… saat Allah jadikan pernikahan sebagai saluran cinta yang halal, maka keindahan itu menjadi semakin sempurna, bahkan bernilai ibadah di sisiNya…

Khusus cinta dua insan yang terjalin dalam bahtera rumah tangga, maka perlu diupayakan untuk menjadikan cinta itu semakin berkualitas dan dewasa, bahkan mampu mengantarkan pada keridhaan Allah dan surgaNya…

Cinta Kurang Dewasa

Cinta ini hanya bertolok ukur pada tatanan fisik semata, dan berhenti di sana… Dibangun di atas egoisme pribadi, dan menjadikan dunia dan kenikmatannya sebagai tujuan akhirnya…

Cinta semacam ini sangat rapuh, keindahannya hanya bersifat semu dan sesaat… Tak banyak manfaat yang dirasakan oleh manusia dari rumah tangga dengan warna cinta seperti ini…

Cinta Dewasa

It’s the amazing of love… Cinta yang lahir dari ilmu dan iman yang kokoh. Terpancar dari hati sanubari, dan bahkan mampu ‘mendaki’ ke langit tuk menjadikan Allah Ta’ala sebagai muaranya yang tertinggi… menjadikan ridhaNya sebagai tolok ukur dalam mencintai seluruh manusia, termasuk pasangan hidupnya… Dengan semangat ibadah dan kerinduan meraih surgaNya, cinta itu akan mengalir ke dunia…

Cinta inilah yang kan melahirkan ketenangan hidup sejati, menjadi pembangkit energi tuk melahirkan karya-karya keumatan yang luar biasa, serta prestasi hidup yang kan terukir indah dengan tinta sejarah…

Cinta ini kan melahirkan kesabaran tanpa batas dan ketawakalan yang paripurna, hingga segala pahit getir ujian kehidupan, tak menggetarkan pijakan kakinya di dunia ini.. Seberat apapun pengorbanan dantuntutan perjuangan, kan ikhlas dijalaninya…

Kedewasaan Cinta
  • Allah-lah Tujuannya
Saat Dia menjadi dasar dan tujuan cintanya, maka segala hal dalam rumah tangga kan dikendalikan atas dasar ini. Hubungannya dengan anggota keluarga senantiasa berpijak pada rambu-rambu syariat, selalu mengindahkan aturanNya…
  • Kan Kuterima Dia Apa Adanya
Saat akad nikah telah berlangsung, sambutlah pasangan hidupmu dengan segenap kesiapan dan teimalah dia apa adanya. Penerimaan tulus akan segala kekurangannya akan melahirkan perasaan saling menghargai…

Jiwa yang kurang bijak akan selalu mengungkit kekurangan pasangannya, padahal… tiada yang sempurna di dunia ini…
  • Bersamaku Kau Semakin Maju
Alangkah indahnya, jika berlalunya tahun-tahun pernikahan kan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas diri kita dan pasangan hidup kita. Romantisme yang ada, bukanlah semu belaka, keceriaan yang tercipta, bukanlah sesuatu yang sia-sia..

Semua agenda kehidupannya selalu memperhatikan kemajuan pasangan hidupnya…

Berbahagialah mereka yang setelah sekian tahun menikah telah merasakan sekian banyak kemajuaan, untuk kehidupan dunia dan akhirat..

Bersedihlah mereka yang tahun-tahun kehidupan pernikahannya justru berbuah kemunduran dari berbagai sisi kehidupan…
  • Memberi Bukan Meminta
Kebanyakan yang mendorong manusia untuk menikahi seseorang disebabkan karena ingin mendapatkan sesuatu dari pasangannya, entah itu ketampanan, kecantikan, kekayaan, kecerdasan dan keluasan ilmunya, walau ini semua tidaklah dilarang…

Semakin besar harapan yang dipancang pada awal pernikahan, akan makin besar pula potensi kecewa yang akan didapat….

Ubahlah paradigma cinta dari meminta menjadi memberi… “Aku berumahtangga dengannya, agar aku bisa membuatnya lebih baik, agar aku bisa membantunya untuk lebih taat, lebih sukses… “
  • Dia Adalah Milik Allah
Suami isteri memang saling memiliki, namun harus disadari dengan beanr, bahwa pasangan hidup kita adalah milik Allah… Dia mempunyai tugas-tugas keumatan, waktunya tidak hanya untuk kita. Relakan waktu, tenaga, fikiran, harta dan jiwanya jika ummat memerlukan keberadaannya di tengah mereka..

Dan… kelakpun… dia kan kembali untuk menghadapNya…
  • Pengorbanan dan Kesabaran
Kedewasaan cinta berbuah pada kesabaran dan ketawakkalan yang paripurna. Tiada satupun musibah dan ujian dalam rumah tangga yang kan mampu meruntuhkan iman dan jati dirinya. Hanya keyakinan padaNya, bahwa Dia Maha Sempurna ilmuNya dan Maha Adil KetetapanNya..

Bahkan dia mampu menikmati badai ujian dalam musibah karena berharap pahala dari kesabarannya..

Tidaklah ujian itu datang, dan dia bersabar, kecuali Allah akan angkat derajatnya dan mengampuni dosa-dosanya, kelak… dia kan menghadap Allah dalam keadaan dicintaiNya…
  • Karya, Prestasi dan Sinergi
Dunia adalah ladang tuk mengumpulkan bekal akhirat, rumah tangga juga harus dapat menjadi ladang kebaikan dan pahala… Jadilah tim hidup yang kompak dan solid tuk meretas kehidupan bersama di dunia, abaikan dominasi ego tuk mewujudkan karya bersama.. dunia akhirat…
  • Di Surga Kita Kan Bertemu…
Mencintai pasangan hidup dengan tulus, menyemangatinya dalam kebaikan, menjaganya dari keburukan… agar cinta itu tak kan berakhir… saat jasad ditimbun tanah… karena, …

Cinta itu kan terus berlanjut, hingga di surga kita kan bertemu…

Semoga Bermanfaat...

Aku Ingin Meraih Surga Bersamamu










Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui.

Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka.

Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini.
Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri.
Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati.

Aku juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut?
Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah.

Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Ternyata kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya ditemani dengan bidadari cantik lainnya.

Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya.

Maka… hatiku kini pedih… Ketika kemarin melihat saudariku yang lain, seiring dengan berjalannya waktu, kini telah membuka jilbabnya. Sempat kutanyakan, “Di mana jilbabnya?”

Ia menjawab, “Tidak sempat kupakai.”

Aih… waktu kutanyakan itu, memang pada saat dimana orang-orang sibuk menyelamatkan dirinya dikarenakan bencana alam. Aku hanya terdiam mendengar jawaban itu. Ah… mungkin karena sangat terkejutnya sehingga tidak sempat berbalik lagi untuk mengambil jilbab.

Tapi hari ini… kutemukan dia sudah menanggalkan jilbabnya. Bahkan tak tersisa sedikitpun jejak bahwa ia pernah memakai jilbab. Kini ia telah bercelana pendek dengan pakaian yang pendek pula. Sesak rasanya dada ini.
Tetapi belum ada daya dari diriku untuk bertanya lagi tentang sebuah kain yang menutupi kepala dan dadanya. Masih tersisa di benakku, jika seseorang yang menggunakan jilbab melepas jilbabnya… maka habislah sudah… karena perenungan dan pergulatan hati itu kini telah dikalahkan oleh hawa nafsu. Perenungan yang pernah mendapatkan kemenangan dengan dikenakannya jilbab itu kini justru bahkan tak mau diingat. Hanya kepada Allah-lah aku mengadu dan memohonkan hidayah itu agar tetap ada bersamaku dan kembali ditunjukkan kepadanya.

Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa.
Semoga kita bertemu di surga kelak… Insya Allah.

Semoga bermanfaat...

Ibarat Cinta

Cinta itu ibarat bayangan,semakin aku kejar,maka semakin jauh karenanya,biarkanlah diriku pada satu tempat maka bayangan itu akan menghampiriku dan tak akan pergi kemana - mana.

Cinta itu ibarat air di telapak tangan,jika aku gengggam tangan ku,maka air itu akan hilang,tapi biarkanlah tanganku terbuka karena dengan begitu tidak akan pergi kemana-mana.


Cinta itu seperti seekor kuda liar,jika kita tidak ikat kuat-kuat maka akan lari,karenanya jika memang...kita saling menyayangi,maka itu kita harus mengikatnya kuat-kuat dan benar-benar menjaganya,dan biarkanlah ALLAH yang akan menentukan karena kita tak tau kapan kita membuka dan mengikatnya dengan tali yang sah?

Cinta itu juga seperti angin,kita hanya bias merasakannnya tapi tidak bias merabanya,dan rasakanlah dengan penuh perasaan niscaya kita akan mendapatkan betapa sejuknya angin tersebut.

Nah,itulah cinta...untuk menumbuhkan rasa cinta terkadang kita harus menyelami arti cinta itu terlebih dahulu,karena terkadang kita terjebak oleh cinta itu sendiri,tak jarang orang merasa bahagia ketika mendapatkan cinta namun kebanyakan dari mereka merasa terhina karena cinta yang berujung pada rasa bosan dan benci yang berlebih,karenanya ketahuilah.....cinta yang baik adalah ketika kita menempatkan cinta itu pada tempat yang sesuai.

Begitulah cinta,tak harus kita memaksakan diri mencarinya ,dengan susah payah karena cinta kelak akan datang tanpa di undang,hanya saja yang harus kita persiapkan adalah hati kita,siap untuk segala-galanya.

Satu hal yang lebih penting adalah ketika kita dapat berjumpa kembali dan mendapatkan cinta yang sesunggguhnya pemberian dari ALLAH,kita tak harus berlama-lama dengan cinta itu tanpa ada sebuah ikatan yang sah,tapi segeralah kita ikat cinta itu dan insyaallah kita akan mendapatkan kebahagiaan selamanya....... amiiiiiiiin

 by. Alasrame.blogsport.com

Tips Agar Do'a Dikabulkan

































Doa merupakan inti ibadah dan berpahala besar, tidak ada satu ibadah pun tanpa berdoa. Doa mempunyai kemampuan luar biasa yang tidak terjangkau oleh kemampuan akal dan usaha manusia. Dengan doa, perkara susah berubah menjadi mudah, orang benci menjadi senang, orang miskin menjadi kecukupan, dan sebagainya. Setiap muslim selalu membutuhkan doa, begitu juga manusia dalam kehidupan selalu membutuhkan sandaran untuk setiap keluh kesahnya dan tidak mungkin setiap usaha bisa berhasil tanpa berdoa. Maka doa adalah senjata andalan bagi setiap muslim. Tetapi tidak semua doa bernilai ibadah dan pahala serta terkabulkan sebab terdapat kekeliruan, penghalang, dan kesalahan yang menjadi penyebab doa tersebut tertahan. Maka sangat perlu bagi setiap muslim mengetahui aturan, etika, syarat-syarat serta tata cara berdoa yang benar sesuai dengan syariat.



Etika Dalam Berdoa

  1. Ikhlas karena Allah semata.
  2. Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah dan diakhiri dengan hal itu pula.
  3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan.
  4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa dan tidak terburu-buru.
  5. Menghadirkan hati dalam doa.
  6. Memanjatkan doa baik dalam keadaan lapang maupun susah.
  7. Tidak memohon kecuali hanya kepada Allah semata.
  8. Tidak mendoakan keburukan kepada keluarga, harta, anak, dan diri sendiri.
  9. Merendahkan suara dalam berdoa yaitu antara samar dan keras.
  10. Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
  11. Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam berdo'a.
  12. Tadharru' (merendahkan diri), khusyu', raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut untuk tidak dikabulkan). Sebagaimana firman Allah: "Maka Kami kabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya:90)
  13. Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
  14. Memanjatkan doa tiga kali.
  15. Menghadap kiblat.
  16. Mengangkat kedua tangan dalam berdoa.
  17. Jika memungkinkan, Berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa.
  18. Tidak berlebih-lebihan dalam doa.
  19. Bertawassul kepada Allah dengan Nam-Nama-Nya yang Indah dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya atau dengan doa seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.
  20. Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
  21. Tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahim.
  22. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
  23. Harus menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.
  24. Hendaklah orang yang berdoa memulai dengan mendoakan diri sendiri, jika dia hendak mendoakan orang lain.
  25. Berdoa dengan lafazh yang singkat. "Dari Aisyah dia berkata bahwasanya Rasulullah menyukai doa yang singkat lafazhnya dan padat maknanya dan meninggalkan doa selain itu." (Abu Daud)
Cara mengangkat Tangan dalam Berdo'a:
  1. Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah Kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, beristighfar dengan berisyarat satu jari. Adapun ibtihal (istighatsah) mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.
  2. Imam al-Qasim bin Muhammad berkata:"Saya melihat Ibnu Umar berdoa di al-Qashi dengan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya."
  3. Adapun doa istisqa (minta hujan) mengangkat tangan tingi-tinggi dan mengarahkan punggung telapak tangan ke langit. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, mengarahkan punggung telapak tangan ke langit, dan mengarahkan tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih kedua ketiaknya.
Tentang Mengusap Muka:
  • Tidak ada satu hadits yang shahih tentang mengusap muka dengan kedua telapak tangan sesudah berdoa. Semua haditsnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah, jadi tidak boleh dijadikan alasan tentang bolehnya mengusap muka. Imam Nawawi berkata " Tidak ada Sunnahnya mengusap muka." Dan Imam al-'Izz bin 'Abdus Salam berkata:"Tidaklah (yang melakukan) mengusap muka melainkan orang yang bodoh."

Waktu dan Tempat dikabulkannya Do'a
  1. Malam Lailatul Qadar. "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar." (Al-Qadr:3-4)
  2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir. "Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa tersisa sepertiga malam akhir malam, lalu berfirman: Barangsiapa yang berdoa, maka akan Aku kabulkan, Barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku mengampuninya." (Bukhari)
  3. Duburush shalawaatil maktuubah (Usai shalat-shalat wajib). Syaikh bin Baaz berkata:"Kata Duburush shalah bisa berarti akhir shalat, tetapi sebelum salam, juga bisa berarti sesudah salam (langsung). Banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan kepada dua pengertian itu. Namun kebanyakan hadits-hadits itu menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah akhir shalat, tetapi sebelum salam, karena hal itu ada kaitannya dengan doa, (dan seterusnya)."
  4. Waktu antara adzan dan Iqamah. "Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah." (Abu daud)
  5. Pada setiap kali setelah dikumandangkan adzan
  6. Suatu waktu pada setiap malam hari
  7. Pada saat turun hujan. "Dua doa yang tidak pernah ditolak: doa pada waktu adzan dan doa pada waktu hujan." (Hakim)
  8. Pada saat jihad fi sabililah. "Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak: doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk." (Abu Daud)
  9. Suatu saat pada hari Jumat. "Sesungguhnya pada hari jumat ada satu sat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan kepadanya, beliau bersyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut." (Bukhari). Pendapat yang paling kuat berkenaan dengan masalah ini adalah bahwa suatu saat yang dimaksudkan adalah ba'da ashar di hari Jumat. Tetapi dimungkinkan juga bahwa yang dimaksudkan adalah waktu antara khutbah dan shalat.
  10. Ketika bersujud dalam shalat. "Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab pada saat itu sangat tepat untuk dikabulkan." (Muslim)
  11. Jika tidur dalam keadaan suci, lalu bangun pada alam hari, kemudian membaca doa yang ma'tsur (doa yang datang dari Rasulullah). "Tidaklah seseorang hamba tidur dalam keadan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya." (Ibnu Majah)
  12. Pada saat memanjatkan doa. "Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimiin." (Al-Anbiya:87)
  13. Doa orang-orang setelah meninggalnya seseorang (ketika memejamkan mata si mayat yang baru saja meninggal dunia). "Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda: "Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan." (Muslim)
  14. Ketika berdoa pada saat ditimpa musibah. Yaitu dengan membaca: "Inna lillahi wa inna ilaihi Raaji'un.Allahumma' jurnii fii mushibatii, wa akhliflii khairam minhaa" (Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah berilah ganjaran dalam musibahku ini dan berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya)
  15. Doa seorang muslim untuk saudaranya yang muslim tanpa sepengetahuannya. "Tidaklah seorang muslim beroa untuk saudaranya yang tidak dihadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata:"Amin, dan bagimu seperti yang kamu doakan." (Muslim)
  16. Doa orang yang sedang berpuasa sampai berbuka. "Tiga doa yang tidak ditolak: doa orang tua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir." (Baihaqi)
  17. Doa setelah berwudhu apabila berdoa dengan doa-doa Ma'tsur
  18. Doa pada bulan Ramadhan
  19. Di tempat berkumpulnya kaum muslimin di majelis-majelis ilmu
  20. Doa keburukan dari orang yang dizhalimi atas orang yang menzhalimi. "Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya sebab tiada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)." (Muslim)
  21. Doa kebaikan atau keburukan dari orang tua atas anaknya dan doa seorang musafir. "Tiga orang yang do'anya pasti terkabulkan:  doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya." (Abu Dawud)
  22. Doa orang-orang yang benar-benar dalam keadaan terjepit. "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-(Nya)." (An-Naml:62)
  23. Doa pemimpin yang adil
  24. Doa anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya
  25. Ketika minum air zam-zam dengan niat yang tulus
  26. Doa pada hari arafah di arafah. "Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah." (tirmidzi)
  27. Doa di Shafa
  28. Doa di Marwa
  29. Doa ketika di Muzdalifah
  30. Doa setelah melempar Jumrah Ash-Sughra
  31. Doa setelah melempar Jumrah Al-Wustha
  32. Doa di dalam Ka'bah dan orang yang mengerjakan shalat di dalam Hijr Ismail karena ia bagian dari Baitullah
  33. Doa di Multazam di pintu Ka'bah
  34. Doa orang yang sedang menunaikan Ibadah Haji
  35. Doa orang yang sedang menunaikan Ibadah Umrah
  36. Doa yang dipanjatkan setelah memanjatkan pujian dan sanjungan kepada Allah serta shalawat atas Nabi pada saat tasyahud akhir
  37. Ketika berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang agung yang mana jika kepada-Nya dipanjatkan doa dengan menyebut nama itu, niscaya Dia akan mengabulkannya dan jika Dia diminta dengan menyebut nama itu pula, niscaya Dia akan memberinya
  38. Doa orang yang banyak berdoa pada saat lapang dan bahagia. "Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang." (Tirmidzi)

Penghalang terkabulnya Do'a
  1. Mengkonsumsi barang haram berupa makanan,minuman, pakaian dan hasil usaha yang haram. " ... Kemudian Nabi menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,"Ya Rabb...ya Rabb..." sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?" (Riwayat Muslim)
  2. Minta cepat terkabulnya doa yang akhirnya meninggalkan doa. "Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru, ia berkata:'Aku sudah berdoa tapi belum dikabulkan doaku" (Riwayat Bukhari-muslim)
  3. Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah. Bagaimana mungkin kita mengharapkan terkabulnya doa, sedangkan kita sudah tertutup jalannya dengan dosa dan maksiat (Penyair)
  4. Meninggalkan kewajiban yang telah diwajibkan Allah seperti memutuskan silaturahmi. "Dari Hudzaifah dari Nabi: Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar atau (kalau kalian tidak kalian lakukan) maka pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan." (Tirmidzi)
  5. 5. Tidak bersungguh-sungguh dalam berdoa. "Rasulullah bersabda" Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan:'Ya Allah ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki dan berikan rezeki jika engkau kehendaki.' Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksanya." (Bukhari)
  6. Lalai dan dikuasai hawa nafsu. "Berdoalah kalian kepada Allah dengan yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati lalai dan lengah." (Tirmidzi)
Referensi:
  1. Kesalahan dalam berdoa, Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih.
  2. Doa & Dzikir Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Quran dan As-Sunnah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Tips menjadi Muslim yang Disiplin

























Seorang Muslim yang memiliki tingkat disiplin diri yang tinggi akan terlihat dalam kehidupan sehari-harinya baik itu dalam bekerja, beribadah ataupun aktivitas lainnya. Waktu 24 jam sehari untuk seorang Muslim adalah waktu untuk mempraktekkan disiplin diri dalam tiap kegiatannya. Seorang Muslim yang baik adalah seorang Muslim yang memiliki tingkat disiplin diri yang tinggi.


Berikut ini adalah 12 cara untuk menjadi seorang Muslim dengan tingkat disiplin diri yang tinggi :
  1. Selalu menyembah Allah SWT, berkomunikasi dengan-Nya dan serahkan diri kepada Allah SWT. Hal itu bisa dilakukan dengan menjaga ibadah kita kepada-Nya dan membersihkan hati dari meyakini kepada apa yang selain Allah SWT.
  2. Biasakan membaca Al-Qur'an, baca arti dan pahami makna yang terkandung didalamnya.
  3. Membaca buku-buku religius yang menjelaskan bagaimana caranya memperbaiki dan membersihkan hati.
  4. Menghadiri program-program yang mendidik seperti kelas pelajaran dan perkuliahan..
  5. Gunakan waktu anda dengan perbuatan yang baik yang akan memberikan manfaat baik untuk dunia dan akhirat anda.
  6. Tidak terlalu 'bermanja-manja' dengan perbuatan yang dilarang oleh ajaran Islam dan tidak berpikir terlalu banyak tentang hal yang dilarang tersebut.
  7. Berteman dan berkumpul dengan orang-orang shalih yang dapat membantu kita menjadi seseorang yang lebih baik. Mereka yang hidup sendiri akan kehilangan makna persaudaraan seperti berbuat baik dan menjadi lebih sabar.
  8. Mencoba untuk melaksanakan apa yang kita pelajari dan mempraktekkannya.
  9. Introspeksi diri.
  10. Percaya pada diri sendiri – sambil berserah diri kepada Allah – karena seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri maka ia tidak dapat berbuat.
  11. Meremehkan diri sendiri karena merasa tidak melakukan sesuatu yang cukup karena takdir Allah SWT. Manusia harus tetap beusaha dengan giat dan sementara itu juga tetap berpikir bahwa usahanya saja tidak akan cukup selain semuanya atas izin Allah SWT.
  12. Mempraktekkan penyendirian yang sesuai dengan syariah Islam. Kita tidak perlu untuk selalu bercampur dengan orang banyak bahkan kita perlu memberikan waktu untuk menyendiri untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana diajarkan oleh syariah Islam.

Tips Menjadi Muslimah Sejati

Berhias Diri

Berhias adalah hal yang lumrah dilakukan oleh seorang manusia, entah lelaki atau wanita bahkan banci. Islam sebagai agama yang sesuai dengan naluri manusia tentu saj tidak menyepelekan masalh berhias.Sehingga masalh berhias ini tentu saja sudah di bahas dalam syariat Islam. Sehingga berhias ini bisa menjadi amal shaleh ataupun amalan salah, tergantung sikap kita mau atau tidak mengindahkan kaedah syariat tentang berhias.

Semoga memberikan manfaat bagi kita dengan adanya artikel ini, yang berupaya menuturkan beberapa kaedah dan disiplin dalam berhias yang dibolehkan, agar dapat menjadi barometer setiap kali wanita akan berhias, baik dengan menggunakan hiasan klasik maupun moderen, dimana para ulama belum menyebutkan pendapat tentang hiasan itu.

Pertama: Hendaknya cara berhias itu tidak dilarang dalam agama kita segala bentuk perhiasan yang dilarang oleh Alloh Azza wa Jalla dan Rasulnya, berarti haram, baik Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam  telah menjelaskan bahayanya kepada kita maupun tidak.

Kedua: Tidak mengandung penyerupaan diri dengan orang kafir ini kaedah terpenting yang harus dicermati dalam berhias. Batas peyerupaan diri yang diharamkan adanya kecendrungan hati dalam segala hal yang telah menjadi ciri khas orang kafir, karena kagum dengan mereka sehingga hendak meniru mereka, baik dalam cara berpakaian, penampakan, dan lain-lain. kalaupun pelakunya mengaku tidak bermaksud menirukan orang kafir, namun penyebabnya tetap hanyalah kekerdilan dirinya dan hilangnya jati diri sebagai muslim yang berasal dari kelemahan dari akidahnya. Anehnya, seorang muslim terkadang mengamalkan suatu amalan yang memiliki dasar dalam ajaran syariat kita, tetapi kemudian ia berdosa dalam melakukannya, karena ia berniat menirukan orang kafir.

Contohnya, seorang laki-laki yang membiarkan panjang jenggotnya. membiarkan jenggot menjadi panjang pada dasarnya adalah salah satu dari syariat Islam bagi kaum laki-laki, tetapi ada sebagian laki-laki yang membiarkan panjangkan jenggotnya karena mengikuti mode dan meniru mentah-mentah orang barat. Ia berdosa dengan perbuatannya itu, karena seperti informasi yang tholibah peroleh, terdapat seorang pemuda yang baru datang dari barat dengan jenggotnya yang panjang, menurut tren/kecenderungan mode orang-orang barat. Ketika dia tahu bahwa di negrinya jenggot merupakan syiar Islam dan juga syiar orang Shalih dan mengerti agama, segera ia memotomg jenggot!!

Contohnya dikalangan wanita, memanjangkan ujung pakaian. Perbuatan itu (yakni memanjangkan ujung satu jengkal atau satu hasta )adalah termasuk sunnah-sunah bagi kaum wanita yang telah ditinggalkan orang pada masa sekarang ini. Tetapi ketika orang-orang kafir juga melakukannya pada beberapa acara resmi mereka sebagaian kaum muslimin yang sudah ternodai pikiran mereka menganggap itu sebagai kebiasaan yang bagus, dan merekapun mengikutinya, untuk meniru orang-orang kafir tersebut. Sebaliknya, diselain acara-acara khusus tersebut mereka kembali kepada kebiasaan orang kafir dengan mengenakan pakaian mini/ketat atau You Can See !!! dalam dua kesempatan itu mereka tetap berdosa.

Ketiga: Jangan sampai menyerupai kaum lelaki dalam segala sisinya.

Keempat: Jangan berbentuk permanen sehingga tidak hilang seumur hidup

Kelima: Jangan mengandung pengubahan ciptaan Alloh Azza wa Jalla.

Keenam: Jangan mengandung bahaya terhadap tubuh.

Ketujuh: Jangan sampai menghalangi masuknya air ke kulit, atau rambut terutama yang sedang tidak berhaid

Kedelapan: Jangan mengandung pemborosan atau membuang-membuang uang.

Kesembilan: Jangan membuang-buang waktu lama dalam arti, berhias itu menjadi perhatian utama seorang wanita

Kesepuluh: Penggunaannya jangan sampai membuat si wanita takabur, sombong dan membanggakan diri dan tinggi hati dihadapan orang lain

Kesebelas: Terutama, dilakukan untuk suami. boleh juga ditampakkan dihadapan yang halal melihat perhiasannya sebagaimana difirmankan oleh Alloh Azza wa Jalla dalam Al-Qur”an ayat 31 dari surat An-Nur

Keduabelas: Jangan bertentangan dengan fitrah

Ketigabelas: Jangan sampai menampakan aurat ketika dikenakan. Aurat wanita dihadapan sesama wanita adalah dari mulai pusar hingga lutut namun itu bukan berarti seorang wanita bisa dengan wanita menampakan perut punggung atau betisny dihadapan sesama wanita tetapi maksudnya adlah bila diperlukan, seperti ketika hendak menyusukan anak atau mengangkat kain baju unutk satu keperluan sehinggan sebagian betisnya terlihat, dst. Adapu bila ia sengaja melakukannya karena mengikuti mode dan meniru wanita-wanita kafir, tidak dibolehkan. Wallahu”alam. Dan terhadap kaum laki-laki adalah seluruh tubuhnya tanpa terkecuali..

Kempat belas: Meskipun secara emplisit, jangan sampai menampakan postur wanita bagi laki yang bukan mukhrim menampakan diri wanita dan menjadikannya berbeda dari wanita lain, sehingga menjadi pusat perhatian. Itulah yang dinamakan: jilbab modis.

Kelima belas: Jangan sampai meninggalkan kewajibannya, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian wanita pada malam penggantin mereka atau pada berbagai kesempatan lainnya. Inilah beberapa kaedah penting bagi wanita dalam berhias sebatas yang nampak bagi penulis dari nash-nash syari’at dan pernyataan para ulama hendaknya setiap wanita menghadapkan diri kepada masing-masing kaedah ini ketika berhias. Satu saja yang hilang, maka berati ia dilarang berhias dengan cara itu.
Wallahu A'lam.

Arti Persahabatan

Indahnya Persahabatan

Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi Sahabat adalah
SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa

Sahabat tak ubahnya atmosfir
Yang melindungi semua makhluk di Bumi
Dengan merdam sebuah energi besar
Menjadi sumber dari segala kehidupan

Puisi Persahabatan

Dan seorang remaja berkata,
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia  menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa
dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata Tidak
di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata Ya.

Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya;
kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan,
segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berduka cita..

Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia
mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar
bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.

By. Kahlil Gibran

Followers